Diet Food Combining Turunkan Berat Badan

Menurunkan berat badan bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk diet. Namun, disini diet juga dapat dilakukan dengan berbagai macam metode. Kini banyak orang yang ingin menurunkan berat badan dengan melakukan diet yaitu lebih memilih mengurangi porsi makan, puasa, olahraga dan fitnes. Namun, seiring perkembangan zaman, kini banyak metode diet muncul beriringan dan banyak dikenal oleh para ahli, salah satu metode diet yaitu diet food combining.

Food Combining merupakan pengaturan pola makan yang disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Pengaturan pola makan yang seimbang dalam setiap menu akan memberikan hasil yang baik untuk kesehatan, terutama kesehatan pencernaan tubuh. Food combining merupakan salah satu metode diet yang populer dengan cara mengatur pola makan serta memisahkan makanna yang memiliki kandungan karbohidrat serta protein. Maksudnya adalah agar pada saat makan tidak mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat dan protein secara bersamaan, karen akarbohidrat dan protein memiliki waktu cerna yang tidak sama. Metode ini merupakan salah satu alternatif diet, berdasarkan penelitian menyatakan bahwa tubuh akan lebih baik mencerna makanan dengan waktu dan jenis makanan yang sama.

Menyiapkan menu food combining sama saja dengan menyiapkan menu sehari-hari. Boleh saja kita menyiapkan masakan campur aduk sayuran dengan bahan hewabi, misalnya capcay seafood, asalkan kita yakin pada jam makan tersebut tidak mengonsumsi nasi atau sumber karbohidrat lain. Namun, agar susunan menu bisa fleksibel bagi seluruh anggota keluarga, sebainya sayuran dipisahkan dari bahan hewani. Susunan hidangan tersebut dapat memudahkan setiap orang untuk menentukan kombinasi makanan yang ingin dinikmatinya. Bagi pelaku food combining,  jika akan mengonsumsi nasi, berarti pasangannya adalah sayuran dan masakan lain yang bukan berasal dari sumber hewani/sumber protein (kecuali tempe dan tahu).

Pada dasarnya, food combining mencakup empat hal, yaitu :

  1. Konsumsi makanan segar dan alami, serta hindari makanan yang telah diproses.

    Sayuran dan buah segar menjadi bagian utama dari menu sehari-hari. Namun jangan khawatir, kita juga dibebaskan mengonsumsi makanan sumber karbohidrat yang bisa membuat kenyang. Lauk-pauk sumber protein yang bermanfaat pula meningkatkan kenikmatan hidangan tidak boleh ditinggalkan. Tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan olahan, seperti makanan kalengan, makanan yang diawetkan (sawi asin, manisan buah, abon, dll.), dan makanan yang mengandung food additives (MSG dan pewarna sintetis). Kecuali tempe dan yoghurt, karena kandungan senyawa fitokimiawinya justru menjadu semakin kaya setelah mengalami proses pengolahan. Beras putih slip yang mengalami proses pemucatan, penambahan esesns, dan pengasapan pengawetan tidak disarankan. Lebih baik mengonsumsi beras merah atau beras putih tumbuk.

  2. Konsumsi kombinasi makanan mengikuti siklus alami metabolisme tubuh

    Jika makanan dikonsumsi secara bersamaan atau hampir bersamaan, maka proses pencernaan tidak berjalan secara efektif, sehingga banyak zat gizi dan zat fitokimiawi nirgizi yang terbuang. Pengaturan kombinas makanan membuat tubuh lebih hemat menggunakan energi untuk memproses makanan. Akibatnya, tubuh menjadi lebih bugar dan bertenaga. Penghematan penggunaan energi ini juga bermanfaat menghambat kerusakan sel akibat eksploitasi sel dan organ tubuh secara berlebihan.

  3. Menjaga keseimbangan asam-basa tubuh

    Kesimpulan serangkaian penelitian menyebutkan proses pencernaan makanan berjalan paling efektif jika jaringan tubuh dan darah dalam kondisi netral cenderung basa dengan pH 7,35-7,45. Jika dalam kondisi asam, kita menjadi lebih mudah kembung dan diare.

  4. Tidak memerlukan takaran konsumsi makanan

    Kita bisa makan dalam jumlah yang diinginkan selama kombinasinya tepat. Sebagai sarana diet, baik untuk mencapat berat badan ideal, diet penyakit, maupun untuk mencapai kesehatan prima, food combining sangat mudah dilakukan oleh yang awam sekalipun. Prinsip utama yang paling diperlukan adalah kiat makan dengan kombinasi makanan yang serasi.

Contoh Menu Food Combining


  • Saat bangun tidur, konsumsilah 1-2 gelas air hangat yang dicampur dengan air perasan buah lemon atau jeruk nipis.
  • Untuk sarapan pagi, dilakukan maksimak pkl 12 siang. Makanlah berbagai makanan berserat seperti jus buah. Pilihlah buah yang sehat dan tak mengandung kolesterol. Hindari buah-buahan seperti durian, alpukat, nangka, pisang, dan buah yang masih mentah.
  • Makan siang dimuali sekitar jam 12 siang. Ingatlah prinsip karbohidrat + sayur (serat) atau protein + sayur. Anda bisa konsumsi ikan + sayur + salad timun atau bisa juga ayam + sup kacang + rujak. Jika merasa bosan, bisa juga memilih menu bostik daging + salad.
  • Selingan sore, sekitar pukul 4 sore Anda bisa mengonsumsi makanan sehat berserat seperti buah pisang segar. Selain itu juga kacang-kacangan atau 3/4 susu kedelai, susu almond, atau bisa juga yogurt tanpa gula + 1 sendok teh madu.
  • Makan malam bisa dilakukan pada pukul 6 sampai 7 malam. Anda bisa menyiapkan menu sebagai berikut :
  1. Nasi + terong + kangkung dan lalapan segar dengan sambal
  2. Nasi + tempe-tahu + sayur asem + lalapn + sambal
  3. Pastel kentang dengan salad

Dalam metode diet ini, para pelaku diet diperbolehkan makan dengan jumalh yang diinginkannya. Jadi, Anda tidak perlu menimbang atau membatasi porsi makanan yang akan dikonsumsi. Namun dengan syarat masih harus dalam tahapan yang wajar dan tidak terlalu berlebihan. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Diet Food Combining Turunkan Berat Badan"

Poskan Komentar