Rahasia Diet Suku Hadza yang Sehatkan Bakteri di Usus

Rahasia Diet Suku Hadza yang Sehatkan Bakteri di Usus,- Bukan hanya ditunjukkan pada spesies hewan langka tertentu saja, seperti beruang kutub atau lainnya, tetapi istilah 'kepunahan' juga dialami oleh kumpulan bakteri di usus manusia yang memengaruhi tubuh (mikrobioma) yang juga berada diambang kepunahan. Mulai dari metabolisme, sistem kekebalan tubuh hingga suasana hati dan perilaku. 

Dalam beberapa tahun terakhir, para ilmuwan di seluruh dunia mengumpulkan bukti, diet ala Barat (mengonsumsi banyak daging) dapat mengubah mikrobioma. Beberapa spesies bakteri bahkan menghilang ke tingkat yang tidak dapat terdeteksi. 


Justin Sonnenburg, ahli mikrobiologi di Stanford University, Amerika Seikat, menyebutkan bahwa sekumpulkan bakteri yang berharga ini menghilang seiring waktu. Kini, Sonnenburg dan timnya memiliki bukti penyebab bakteri ini mati. 

Tim peneliti melakukan studi yang berfokus pada sekelompok pemburu-pengumpul makanan di Tanzania, yang disebut suku Hadza. Makanan yang mereka konsumsi hampir seluruhnya adalah makanan yang ditemukan di hutan, termasuk buah liar, umbi kaya serat, madu, dan daging liar. 

Pada dasarnya, mereka tidak mengonsumsi makanan olahan dan makanan yang berasal dari peternakan. 

Suku Hadza adalah kelompok orang yang sangat spesial. Hanya tersisa sekitar 2.200 orang, dan 200 orang diantaranya memathui aturan perburuan dan pengumpulan makanan. 

Sonnenburg dan rekan-rekannya menganalisis 350 sampe tinja dari suku Hadza yang diambil selama sekitar 1 tahun. Kemudian membadingkan bakteri pada tinja tersebut dengan 17 suku lainnya yang ada di seluruh dunia, seperti suku dari pemburu-pengumpul makanan di Venezuela dan Peru. 


Berdasarkan hasil yemuan tersebut, komposisi sekumpulan bakteri berubah dari waktu ke waktu, tergantung pada musim dan jenis makanan yang dikonsumsi. Selama musim kemarau, suku Hadza mengonsumsi lebih banyak daging seperti yang dilakukan orang Barat. Mengonsumsi daging dapat memicu hilangnya sekumpulan bakteri. 

Namun, sebaliknya, pada musim hujan, suku Hadza mengonsumsi lebih banyak buah beri dan madu. Bakteri yang hilang ini pun kembali, meskipun para ilmuwan tidak begitu yakin dengan makanan apa yang dapat membawa kembali bakteri tersebut. 

Dari hasil penelitian yang dipublikasikan di lama Standford University Medical Center pada 24 Agustus 2017 ini, pola makan suku Hadza ini bisa membantu mengurangi lemak. Peneliti menyadari orang yang makan lebih banyak serat akan memberikan makan pada bakteri di usus. Bakteri pun jadi lebih sehat. 

Suku Hadza mengonsumsi sejumlah besar serat sepanjang tahun. Mereka mengonsumsi umbi kaya serat dan buah dari pohon baobab. Bahan pokok ini memberikan mereka sekitar 100 hingga 150 gram serat setiap harinya. Kadar serat ini pun termasuk kategori tertinggi.

0 Response to "Rahasia Diet Suku Hadza yang Sehatkan Bakteri di Usus"

Posting Komentar