Hati-Hati! Diet Ekstrem Bisa Sebabkan Gangguan Kulit

Hati-Hati! Diet Ekstrem Bisa Sebabkan Gangguan Kulit,- Diet merupakan hal yang umum dilakukan untuk menurunkan berat badan. Namun, diet yang dilakukan secara ekstrem pun tidak disarankan. Hal ini disebabkan karena diet ekstrem dapat menimbulkan bahaya bagi tubuh. 

Perlu diketahui, selain kesehatan tubuh, diet ekstrem bisa sebabkan gangguan kulit dan kulit termasuk yang pertama terpengaruh. Kulit melakukan banyak fungsi penting di tubuh, mulai dari menghilangkan toksin hingga mengatur suhu tubuh. Yang lebih penting, kulit merupakan cemin dari kesehatan. 


Berikut ini merupakan gangguan kulit yang disebabkan oleh diet ekstrem yang perlu diketahui, yaitu :

*) Stretch mark

Berat badan yang ektrem memang dapat membentuk garis yang tidak enak dipandang mata pada kulit. Garis-garis tersebut disebut dengan stretch mark yang disebabkan oleh luka di lapisan kulit yang lebih dalam. Jika diet yang dijalani kekurangann utrisi penting, maka jaringan penghubung akan rusak dan kulit kehilangan elastisitasnya. Ini juga mulai terlihat kering dan tipis, sampai titik tembusnya. 

*) Jerawat

Jika diet yang Anda jalankan tidak cukup bergizi, makan bisa berakhir dengan timbulnya bintik-bintik merah di wajah. Penurunan berta badan yang cepat dapat menciptakan ketidakseimbangan hormon dalam tubuh, sehingga menimbulkan jerawat. Kekurangan gizi akibat diet rendah lemak juga bisa memengaruhi jerawat. Vitamin A, yang diperlukan kesehatan kulit tidak dapat diserap jika diet yang Anda jalankan kekurangan lemak. 

*) Kulit bersisik

Kulit asteatotic mengacu pada pola bersisik yang berkembang pada kulit karena nutrisi dan kekurangan lemak. Diet konstan juga dapat merusak fungsi tiroid, sehingga menghasilkan hipotiroidisme. Ini bisa membuat kulit menjadi kering. 

*) Dermatitis seboroik

Kekurangan gizi, terutama vitamin B-6, yang disebabkan oleh diet dapat menyebabkan dermatitis seboroik. Ini merupakan kondisi kulit kronis dimana pasien mengalami kulit kering pecah-pecah dan kulit di daerah yang terdapat banyak kelenjar sebaceous yang memerah. Karena sangat mencolok, hal tersebut dapat menyebabkan rasa malu bagi penderita yang mungkin menghindari interaksi sosial. 

*) Hiperpigmentasi

Bintik-bintik yang berubah warna pada kulit menunjukkan bahwa Anda belum cukup makan. Malnutrisi memicu ketidakseimbangan hormon, yang kemudian bermanifestasi sebagai bintik hiperpigmentasi pada kulit.

*) Penyembuhan luka yang lambat

Malnutrisi menghalangi proses normal penyembuhan luka. Orang yang kekurangan gizi umumnya mengalami ulkus dan infeksi yang sulit disembuhkan.

*) Rambut tubuh

Dengan tidak adanya lemak, tubuh beralih ke mode bertahan hidup dan mencoba menjebak agar panas tidak keluar. Anda akan melihat rambut 'peach fuzz' halus yang dikenal sebagai lanugo yang tumbuh di dada, punggung, lengan, leher, dan wajah. Ini adalah cara tubuh yang mencoba mengisolasi diri dari dingin. Ini merupakan tanda serius bahwa Anda kehilangan lemak ekstrem saat diet. 

*) Kulit berwarna oranye

Mungkin hal ini terdengar aneh, namun pola makan yang buruk bisa menyebabkan warna kulit berubah menjadi oranye. Sebagian besar orang mengonsumsi sayuran kaya karotenoid tinggi seperti wortel yang memiliki kalori negatif untuk membantu menurunkan berat badan. Dengan tidak adanya makanan bergizi lainnya, maka akan terjadi penumpukan karotenoid yang berebihan di kulit, sehingga berwarna oranye. 

*) Kulit kepala botak

Jika rambut mengalami penipisan, lebih baik perhatikan kembali pola makan Anda dengan baik. Rambut yang jarang adalah tanda efluvium telogen, kelainan kulit kepala yang disebabkan awal masuknya rambut pada fase telogen. Hal ini menyebabkan penipisan rambut kepala. Ini juga merupakan tanda klasik kekurangan nutrisi yang disebabkan oleh pola makan yang buruk.


Baca juga :

0 Response to "Hati-Hati! Diet Ekstrem Bisa Sebabkan Gangguan Kulit"

Posting Komentar