Penyebab dan Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet

Penyebab dan Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet,- Untuk memiliki berat badan yang ideal, tidak sedikit orang yang melakukan diet. Namun sayangnya, badan lemas saat diet sering kali menjadi penghalang program diet. 

Diet yang salah memang dapat menyebabkan tubuh lemas dan mudah mengantuk. Selain itu, badan yang terasa letih, lesu, dan bersemangat saat diet bisa saja terjadi karena adanya perubahan pola makan selama diet. 

Lalu, apa yang menyebabkan badan lemas saat diet ?


Badan lemas bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari aktivitas berlebihan, kurang istirahat, adanya kondisi anemia, gangguan hormon, tekanan darah rendah, termasuk kurangnya asupan makan dan kurang minum air putih. Jika badan terasa lemas saat melakukan diet, sudah saatnya Anda mencari tahu penyebabnya dan segera perbaiki pola diet Anda. 

Berikut ini merupakan beberapa penyebab dan cara mengatasi badan lemas saat diet yang perlu diketahui, yaitu :
  • Menu sarapan tinggi gula
Menu sarapan seperti roti dengan selai stroberi, donat, panekuk dengan sirup maple, bubur ayam, bahkan seperosi nasi goreng atau nasi uduk terdengar menggoda untuk dijadikan sarapan. Namun, makanan-makanan tersebut mengandung gula tinggi yangmudah dicerna dan diserap tubuh. 

Beberapa saat setelah mengonsumsi makanan tersebut Anda memang akan merasa berenergi, tetapi tak lama setelahnya badan akan terasa lemas karena sebagian besar glukosa dari menu sarapan tersebut telah diserap dan digunakan oleh tubuh, sehingga hanya sedikit yang tersisa.

Untuk mengatasinya, beralihkan ke menu sarapan tinggi serat larut, seperti oatmeal, roti gandum, kacang-kacangan, sayuran dari batang tanaman hijau, wortel, dan buah-buahan seperti berry, pisang, apel, pir, atau alpukat. 

Serat jensi ini larut dalam usus dan menciptakan sejenis filter untuk memperlambat penyerapan gula dan lemak. Selain mengatur kadar gula darah, serat larut juga dapat menurunkan kadar kolesterol, meningkatakn populasi bakteri baik dalam usus, dan tentunya membuat Anda merasa kenyang lebih lama. 
  • Memangkas asupan karbohidrat secara drastis
Nasi sering dinaggap sebagai penyebab naiknya berat badan, sehingga banyak orang yang menghindari nasi saat diet. Faktanya, menghindari sama sekali justru akan membuat Anda menjadi mudah lelah dan lemas karena kurangnya sumber energi. Namun, jika Anda tetap ingin menghilangkan nasi, Anda bisa menggantinya dengan karbohidrat kompleks. 

Karbohidrat kompleks mengandung gula dengan ranyai yang lebih panjang, shingga memerlukan waktu cerna lebih lama. Maka dari itu, karbohidrat kompleks bisa membantu Anda mendapatkan pasokan energi untuk durasi yang lebih panjang. 

Diet yang ideal memerlukan 50%-55% karbohidrat kompleks, 20%-25% protein, dan 25% lemak. Karbohidrat kompleks dapat memasuk energi saat dicerna, sedangkan protein dan lemak (dan juga serat) bisa memperlambat proses pencernaan sehingga Anda bisa merasa kenyang lebih lama. 

Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa menjalankan diet dengan kombinasi karbohidrat kompleks, protein, dan lemak dari makanan yang bukan dari makanan olahan.

Baca juga : Cara Menurunkan Berat Badan dengan Jenis Diet Special 'K'
  • Tidak makan daging
Daging sapi merupakan sumber terbaik dari zat besi heme (yang didapat dari makanan hewani) bentuk yang paling mudah digunakan oleh tubuh. Sedangkan sumber zat besi non-heme (zat besi daritanaman), Anda bisa mendapatkannya dari kacang merah dan bayam. Untuk membantu tubuh menyerap zat besi non-heme, konsumsi juga makanan yang tinggi vitamin C seperti jeruk, berry, dan tomat. Hindari mengonsumsi tek dan kopi 1 jam setelah makan karena asam tanat pada teh dan kopi dapat menghalangi penyerapan zat besi. 

Cara mengatasi : Perbanyak konsumsi makanan yang mengansung zat besi (serta makanan yang tinggi vitamin C untuk membantu penyerapan zat ebsi oleh tubuh), serta hindari teh dan kopi 1 jam setelah makan. 
  • Konsumsi sayuran yang salah
Sebenarnya tidak ada pilihan sayuran yang salah. Namun, sata diet utamakan untuk mengonsumsi sayuran silang (cruciferous). Sayuran-sayuran tersebut mengandung senyawa isothiocyanate yang dapat mengaktifkan protein Nrf2. Protein ini dapat menghasilkan mitokondria, yaitu bagian dari organel sel yang berfungsi dalam menghasilkan energi. Semakin banyak mitokondria di dalam tbuh, maka akan semakin baik pula kerja otot dan membantu Anda menghindari badan lemas. 

Cara mengatasinya yaitu dengan mengonsumsi lebih banyak jenis sayuran silang seperti brokoli, kubis, kubis brussel (brussel psrout), kembang kol, dan kale. 
  • Tidak makan terlalu lama
Lebih dari 2 jam tanpa asupan makanan dapat menurunakn gula darah, dan ini berkontribusi pada timbulnya rasa lemas pada tubuh. Makanan menyumplai glukosa bagi tubuh, yaitu sejenis gula yang dibawa dalam aliran darah. Sel-sel tubuh mengandalkan glukosa untuk menghasilkan transportasi utama tubuh, adenosina trifosfat (ATP). Otak memerlukan ini, begitu juga dengan otot dan setiap sel dalam tubuh. Ketika gula darah turun, maka yang Anda dapat adalah rasa lapar, lelah, mudah tersinggung, dan tidak fokus. Untuk mengatasinya, makanlah cemilans etiap 2-4 jam untuk menjaga gula darah tetap stabil. 

0 Response to "Penyebab dan Cara Mengatasi Badan Lemas saat Diet"

Posting Komentar