Manfaat dan Bahaya Diet Jelly untuk Menurunkan Berat Badan

Manfaat dan Bahaya Diet Jelly untuk Menurunkan Berat Badan,- Apakah Anda termasuk salah satu penggemar jelly ? Rasanya yang manis dengan tekstur yang kenyal menjadi makanan yang satu ini cukup banyak digemari, baik oleh anak-anak ataupun orang dewasa. 

Namun, selain enak untuk dikonsumsi, ternyata jelly juga bisa dijadikan salah satu solusi diet menurunkan berat badan. Apakah efektif ? Bagaimana cara melakukannya ?

Diet jelly merupakan salah satu cara menurunkan berat badan secara cepat yang bisa dilakukan dengan mudah. Sesuai dengan namanya, dalam diet ini Anda hanya perlu mengonsumsi jelly alias agar-agar. Agar-agar memang memiliki kandungan serat yang tinggi yang bisa membuat siapa pun merasa kenyang lebih lama, sehingga dapat mencegah ngidam makanan yang aneh-aneh. Akan tetapi, apakah cara diet ini benar-benar aman untuk dilakukan ? Simak informasi lengkapnya dibawah ini !

Mengetahui Manfaat dan Bahaya Diet Jelly untuk Menurunkan Berat Badan

Dalam diet ini, ternyata agar-agar lebih digunakan sebagai pengganti cemilan di sela waktu makan untuk mengganjal perut. Artinya, Anda tetap perlu mengontrol asupan kalori dan mengatur porsi makan harian sementara menjalani diet jelly ini. 

Walaupun demikian, agar-agar yang digunakan tidak bisa sembarangan. Disarankan untuk mengonsumsi agar-agar dengan kandungan kalori rendah dan tentunya tanpa tambahan gula. Umumnya, agar-agar yang dibuat dari bubuk mengandung sekitar 65 kalori. Agar-agar juga termasuk makanan yang bebas lemak. 

Manfaat diet jelly untuk menurunkan berat badan ini didapatkan dari kandungan gelatin yang tinggi protein dan serat dari rumput laut. Dalam setengah gelas atau sekitar 12o ml agar yang dilarutkan bisa mengandung samapi 2 gram protein. 

Sedangkan beberapa jenis rumput laut, seperti rumput laut cokelat, mengandung pigmen fucoxanthin yang dapat meningkatkan kerja metabolisme tubuh untuk mengubah lemak menjadi energi. Hal ini diperkuat oleh sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Food Chemistry yang menemukan bahwa alginat, serat alami yang terkandung pada rumput laut cokelat dapat membantu memperlambat lemak dalam usus hingga 75%.

Meskipun tinggi akan serat dan cukup mengenyangkan, akan tetapi agar-agar ini bisa dikatakan sebagai makanan yang minim gizi lainnya atau bahkan sama sekali tidak memilikinya. Maka dari itu, Anda tetap perlu mencukupi kebutuhan nutrisi lainnya dari makanan lain. 

Jika hal ini tidak dilakukan, maka Anda justru akan berisiko mengalami kekurangan gizi. Minimnya kandungan gizi yang terkandung dalam agar-agar justru bisa memicu rasa lemas dan tubuh menjadi tidak bertenaga. 

Selain itu, sebagian besar produk agar-agar siap saji di pasaran mengandung gula. Asupan gula yang berlebihan ini akan disimpan oleh tubuh sebagai cadangan lemak. Hal ini tentu bisa berbalik menjadi bumerang bagi tujuan awal Anda berdiet. 

Untuk menyiasati risiko tambahan gula yang tidak perlu serta menangkis kekurangan gizi selama diet jelly, maka sebaiknya Anda buat sendiri agar-agar di rumah. 

Gunakan jelly serbuk tanpa rasa yang minim kalori dan gula, atau Anda juga bisa membuatnya dari lembaran gelatin yang dilarutkan di air hangat. Jangan tambahkan gula, tapi Anda bisa menambahkan rasa manis tersebut dari buah-buahan segar, seperti potongan mangga, jeruk, stroberi, hingga siraman yoghurt sebagai sausnya. 

Selain berpotensi untuk membantu menurunkan berat badan, diet jelly ternyata juga menyimpan manfaat lainnya, seperti diantaranya baik untuk pencernaan serta membantu tidur menjadi lebih nyenyak. Semoga membantu.

0 Response to "Manfaat dan Bahaya Diet Jelly untuk Menurunkan Berat Badan"

Posting Komentar