Mengenal Tren Diet Carb Backloading untuk Turunkan Berat Badan

Mengenal Tren Diet Carb Backloading untuk Turunkan Berat Badan,- www.obat-pelangsing.org - Untuk bisa memiliki tubuh ideal, banyak orang yang rela melakukan berbagai cara untuk mendapatkannya, termasuk melakukan berbagai program diet yang termasuk salah satu cara yang paling banyak dipilih dan dipercaya ampuh dalam menurunkan berat badan. 

Sampai saat ini, ada banyak jenis diet yang dilakukan oleh masyarakat. Dan yang terbaru yaitu diet carb backloading, yang sedang cukup populer terutama karena dapat memberikan keleluasaan dalam mengonsumsi karbohidrat.

Selama ini karbohidrat sering kali dijadikan sebagai musuh saat diet, padahal zat ini merupakan sumber makronutrien yang diperlukan oleh tubuh. Banyak yang percaya jika membatasi dapat membuat tubuh langsing. Dengan membatasi konsumsi karbohidrat, maka tubuh akan menggunakan lemak sebagai energi. Inilah yang akhirnya membuat berat badan menurun. 

Namun, dengan melakukan diet carb backloading, Anda bisa menurunkan berat badan secara efektif tanpa harus meninggalkan karbohidrat. Benarkah demikian? Simak infomrasinya berikut ini !

Mengenal Tren Diet Carb Backloading untuk Turunkan Berat Badan

Pola diet carb backloading atau diet ritme sirkadian merupakan salah satu jenis diet yang kini sedang populer di media sosial. Jenis diet ini dipopulerkan oleh John Kiefer, dan secara umum prinsip kerjanya mirip dengan diet ketogenik.

Pada dasarnya, pola diet ini masih menerapkan konsumsi protein dan lemak sehat yang bisa ditemukan pada bahan makanan, seperti daging dada ayam, minyak zaitun, dan sejenisnya serta mengonsumsi karbohidrat sesedikit mungkin selama sarapan dan makan siang. Kemudan di sore hari, Anda bisa mengonsumsi karbohidrat sampai waktu tidur setelah berolahraga. 

Menurut pendukung diet carb backloading, terdapat bukti ilmiah dari jenis diet ini. Berdasarkan studi, ditemukan kadar hormon insulin tubuh mencapai level tertinggi di pagi hari. Sehingga, konsumsi karbohidrat di pagi hari diperkirakan akan meningkatkan simpanan glukosa tidak hanya pada otot, tetapi juga pada sel lemak tubuh.

Fenomena ini didukung dengan level hormon stres tubuh atau kortisol yang memuncak di pagi hari. Hormon ini dianggap dapat memberikan sinyal bagi pertambahan lemak tubuh. Dengan mengonsumsi karbohidrat pada sore atau malam hari, maka efek penambahan lemak ini dianggap terjadi secara minimal. 

Kemudian, pada sore hari disarankan untuk berolahraga, terutama yang menargetkan otot seperti angkat beban. Setelah berolahraga, Anda bisa mengonsumsi karbohidrat. Karbohidrat yang dikonsumsi ini akan diarahkan ke otot untuk membantu membangun kembali otot yang rusak. Dengan demikian, diet cara backloading dipercaya dapat membuat seseorang menambah otot, tapi secara bersamaan mengurangi lemak tubuh.

Bagaimana cara melakukan diet carb backloading?

Berikut merupakan langkah-langkah melakukan diet cara backloading yang tengah populer, yaitu diantaranya :
  • Pada 10 hari pertama, disarankan untuk membatasi konsumsi karbohidrat menjadi 30 garm per hari. Kiefer merekomendasikan untuk mengonsumsi protein sebanyak 1 kg per pound berat badan (kurang lebih 0,45 kg) dan lemak sebagai sumber kalori.
  • Pada hari ke 10, disarankan untuk mengonsumsi karbohidrat dan protesin segera setelah sesi olahraga sore selesai. Olahraga yang disarankan terutama angkat beban dan sebaiknya dilakukan antara pukul 15.00-18.00. Pendukung diet carb backloading beranggapan bahwa setelah kekurangan karbohidrat selama 10 hari, tidak mungkin makronutrien ini akan disimpan dalam bentuk lemak. Selain itu, karbohidrat juga diperlukan otot untuk menggantikan simpanan energi dalam otot dan mencegah kerusakan otot, sehingag aman dikonsumsi setelah olahraga. 
  • Kemudian proses ini kembali diulang. Pada hari dimana Anda melakukan latihan oalhraga, Anda bisa mengonsumsi karbohidrat sejak selesai latihan hingga waktu tidur. Pada hari dimana Anda tidak melakukan olahraga (termasuk hari dimana hanya melakukan olahraga kardio tanpa angkat beban), Anda disarankan untuk mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah minimal seperti 10 hari pertama, dan sebaiknya dilakukan saat makan malam.
Jika dilihat dari langkah-langkah tersebut, diet carb backloading bukan hanya sekadar kebebasan dalam mengonsumsi karbohidrat sepuasnya di malam hari. Tetapi Anda juga boleh mengonsumsi karbohidrat untuk makan malam setelah melakukan olahraga di sore hari. Jadi, peran olahraga dalam diet ini tetap ditekankan. 

Memang masih diperlukan riset lebih lanjut untuk meneliti efektivitas dari pola diet ini. Namun sayangnya, para ilmuwan sudah mengklaim jika pola diet ini kurang efektif untuk menurunkan berat badan, melihat tidak semua orang berhasil melakukannya. 

Namun, banyak pengguna media sosial yang mengaku sangat menyukai pola diet ini. Menurut mereka yang telah berhasil melakukannya, orang yang gagal dalam menjalani diet ini melakukan kesalahan. Kesalahan itu sendiri yaitu menebus kekurangan karbohidrat sepanjang hari dengan asupan karbo tidak sehat dalam porsi besar, seperti makan donat, mie, dan pasta. Padahal pola diet ini menyarankan agar mengonsumsi karbohidrat sehat seperti biji-bijian, ubi, dan sayur. 

Banyak orang yang menerapkan pola diet ini merasa cara tersebut mampu membantu tubuh untuk menghindari lonjakan insulin. Pada sore hari, biasanya hormon insulin mengalami penurunan, inilah waktu dimana kita memerlukan asupan karbohidrat, untuk menormalkan tingkat insulin. Kondisi ini juga bisa membuat kita tidur lebih nyenyak di malam hari. 

0 Response to "Mengenal Tren Diet Carb Backloading untuk Turunkan Berat Badan"

Posting Komentar