Benarkah Puasa Intermittent Bisa Turunkan Berat Badan?

Benarkah Puasa Intermittent Bisa Turunkan Berat Badan?,- www.obat-pelangsing.org - Untuk menurunkan berat badan, diet merupakan salah satu cara yang banyak dipilih sebagai solusi. Ada banyak metode diet yang dianggap efektif untuk menurunkan berat badan dengan cepat, mulai dari diet ketogenik, OCD, hingga intermittent. Ya, metode diet puasa intermittent kini mulai banyak diminati. 

Diet dengan puasa intermittent diklaim bisa menurunkan berat badan dan bahkan menurunkan risiko penyakit. Lalu, apa itu puasa intermittent?

Mengenal Metode Diet Puasa Intermittent untuk Turunkan Berat Badan

Puasa intermittent atau intermittent fasting merupakan metode pengaturan pola makan dengan cara berpuasa selama beberapa waktu. Bedanya dengan puasa Ramadhan, puasa ini masih membolehkan Anda mengonsumsi minuman saat melakukannya. Tidak ada aturan mengenai apa yang harus dimakan, karena puasa intermittent lebih menekan pada pengaturan waktu makan.

Puasa intermittent dapat membantu menurunkan berat badan dengan cara mengurangi massa lemak tubuh, serta membakar cadangan lemak tubuh untuk dijadikan energi. Bonusnya, kesehatan juga akan meningkat karena terjadi perubahan sel dalam tubuh saat Anda melakukan puasa ini, sehingga stres oksidatif ikut terbuang.

Tidak hanya itu, puasa intermittent juga baik untuk meningkatkan sistem imun, menurunkan kadar kolesterol trigliserida dan LDL, serta menstabilkan tekanan darah dan gula darah. 

Cara kerja puasa intermittent dalam menurunkan berat badan

Ketika seseorang berpuasa, maka tubuh akan berupaya menyediakan energi dari cadangan yang ada didalam tubuh. Umumnya cadangan energi ini tersimpan dalam jaringan otot dan lemak tubuh. Cadangan energi ini kemudian akan dipecah oleh hormon-hormon yang ada didalam tubuh untuk dijadikan sebagai sumber energi. 

Rupanya metode diet ini berkaitan dengan insulin. Kadar indulin umumnya akan meningkat ketika Anda makan. Namun, kadar insulin didalam tubuh akan cenderung rendah saat berpuasa, dan pada saat inilah insulin berperan membantu pembakaran lemak tubuh untuk dijadikan energi. 

Selain itu, berpuasa juga akan memicu perubahan di sistem saraf. Otak akan mengirimkan senyawa kimia norepinefrin ke sel untuk membakar lemak tubuh menjadi asam lemak bebas yang bisa digunakan sebagai energi. 

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan di Chicago pada tahun 2014, puasa intermittent dapat mengurangi berat badan sebanyak 3%-8% dalam kurun waktu 3 sampai 24 minggu. Selain berat badan turun, 4%-7% orang juga mendapatkan hasil lingkar pinggang yang lebih rendah. 

Bagaimana cara melakukan diet puasa intermittent?

Ada beberapa bentuk puasa intermittent yang paling populer, yaitu diantaranya :
  • Metode 5:2
Dalam metode ini, Anda hanya mengonsumsi sekitar 500-600 kalori dalam 2 hari yang tidak berturut-turut dalam seminggu, tetapi makan secara normal pada 5 hari lainnya.
  • Metode 16:8
Ini merupakan metode yang paling mudah dilakukan. Anda bisa membagi waktu 16 jam berpuasa dan 8 jam untuk makan. Misalnya, jika terakhir makan malam pukul 18.00, maka Anda diperbolehkan makan kembali pada pukul 10.00 keesokan harinya, kemudian dilanjutkan dengan berpuasa hingga 16 jam kedepan. 
  • Metode Eat-Stop-Eat
Dalam metode ini Anda harus melakukan puasa selama 24 jam penu dan dilakukan 1-2 kali dalam seminggu. Misalnya, jika terakhir makan malam pukul 18.00, maka Anda diperbolehkan makan berikutnya pada pukul 18.00 keesokan harinya.
  • Warrior diet
Berpuasa selama 20 jam dan hanya boleh mengonsumsi 1 kali makan malam dalam porsi yang cukup besar. 

Puasa intermittent bisa dilakukan oleh siapa pun, baik pria ataupun wanita. Pada awal melakukannya, mungkin Anda akan merasa sangat lapar, lemas, tidak bertenaga, dan kehilangan konsentrasi. Namun Anda tidak perlu khawatir, karena jika sudah terbiasa maka tubuh akan beradaptasi dengan baik.

Jika Anda sedang hamil atau merencanakan kehamilan, mengidap penyakit diabetes melitus, memiliki tekanan darah rendah, sedang dalam pengobatan suatu penyakit tertentu, ataupun memiliki riwayat gangguan makan, tidak disarankan untuk melakukan puasa intermittent. Sebaiknya Anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memulainya.

Tips melakukan puasa intermittent bagi pemula
  • Buatlah jadwal makan dan jam puasa yang sama setiap harinya, sehingga ini akan mempermudah Anda untuk mengingat dan mengontrol makanan yang masuk. Akan lebih baik lagi jika Anda mengatur jam puasa pada malam hari menjelang tidur.
  • Perbanyak minum air putih agar terhindar dari dehidrasi selama berpuasa.
  • Pastikan pada saat Anda makan, kebutuhan karbohidrat, protein, dan nutrisi lainnya terpenuhi.
  • Pada awal melakukan metode puasa intermittent mungkin akan terasa berat, namun Anda tidak boleh menyerah begitu saja. Anda bisa menyibukkan diri atau melakukan hobi sehingga pikiran dapat teralihkan.
  • Jangan lupa untuk tetap berolahraga 3 kali seminggu setidaknya 30-40 menit.
Perlu diketahui, metode puasa intermittent bisa membuat kelaparan dan membuat Anda maerasa stres karena belum terbiasa dengan pola makan yang baru. Rasa lapar juga bisa menurunkan performa aktivitas jika Anda tidak mencukupi kebutuhan nutrisi saat periode makan. 

Efek samping lainnya yang bisa timbul yaitu seperti sakit kepala dan perubahan jam tiru mungkin juga terjadi pada saat Anda memulai melakukan metode ini. Namun, efek samping ini hanya bersifat sementara hingga tubuh mampu beradaptasi dan Anda menemukan metode yang sesuai. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Benarkah Puasa Intermittent Bisa Turunkan Berat Badan?"

Posting Komentar