Waspada! Perut Buncit Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Demensia

Waspada! Perut Buncit Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Demensia,- www.obat-pelangsing.org - Memiliki perut ramping ternyata tidak hanya dapat membuat penampilan lebih menarik, tetapi juga memiliki manfaat lain bagi kesehatan. Maka tak heran jika banyak yang ingin memiliki perut ramping. 

Namun, tidak sedikit pula orang yang masih kurang peduli dengan perut yang membuncit. Perut yang membuncit selain bisa membuat penampilan kurang menarik, ternyata juga bisa memicu timbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan, salah satunya yaitu pikun atau demensia. Benarkah?

Perut Buncit Tingkatkan Risiko Penyakit Demensia


Demensia merupakan sekumpulan gejala yang mengganggu fungsi kognitif otak untuk melakukan berbagai aktivitas sehari-hari. Merka yang mengalami kondisi ini biasanya pikun, sulit konsentrasi dan memahami sesuatu. 

Bahkan, penderita demensia akan sering melihat atau mendengar sesuatu yang sebenarnya tidak ada (halusinasi), jika kondisinya sudah parah. Itulah sebabnya mengapa pasien demensia jadi apatis, tidak bisa mengendalikan emosi dengan baik, dan kehilangan minat untuk bersosialisasi. 

Lalu, apa hubungan antara penyakit demensia dengan perut buncit?

Sebuah studi yang dilakukan oleh Boston University School of Medicine dan diterbitkan secara online pada Annals Neurology menemukan bahaya perut buncit bisa tingkatkan risiko penyakit demensia 

Dari hasil penelitian tersebut, diketahui bahwa para peserta yang memiliki perut buncit, lingkar pinggang besar, hingga kadar lemak tubuh tinggi, mengalami penyusutan ukuran otak yang lebih besar daripada mereka yang memiliki bentuk tubuh ideal. 

Bahaya perut buncit yang ditemukan dalam penelitian sebelumnya, diyakini disebabkan oleh penumpukan lemak tubuh. Sebenarnya, lemak bisa menumpuk di bawah kulit (lemak subkutan) dan diantara organ-organ (lemak viseral).

Nah, perut buncit yang Anda alami bisa saja disebabkan oleh tumpukan lemak di bawah kulit ataupun organ-organ area perut. Namun, para ahli meyakini bahwa orang dengan perut buncit kemungkinan besar memiliki lemak viseral yang tinggi. 

Ternyata, lemak viseral atau ekstra lemak yang berada di bagian perut yang menyebabkan penyusutan ukuran otak. Jadi, jika jumlah lemak viseral terlalu banyak, maka akan merangsang peradangan pada tubuh, hingga akhirnya berimbas pada otak. Selain itu, lemak viseral juga bisa menimbulkan produksi hormon tidak stabil dan membuat kemampuan otak pun menurun. 

Semakin besar jumlah lemak viseral, maka semakin kecil ukuran otak. Volume otak yang lebih kecil ini menyebabkan fungsi kognitif memburuk dan tentunya meningkatkan risiko demensia. 

Walaupun belum terbukti orang yang memiliki perut buncit akan mengalami demensia, namun Anda harus tetap waspada. Selain bisa meningkatkan risiko demensia atau pikun, orang yang memiliki tumpukan lemak perut atau disebut juga bentuk tubuh apel juga lebih berisiko terkena penyakit diabetes, stroke, dan jantung. Semoga bermanfaat.

0 Response to "Waspada! Perut Buncit Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Demensia"

Posting Komentar